Tiga Aset Kripto Melemah Tajam, SKYAI Anjlok Lebih dari 25 Persen
Audiera dan OpenEden Ikut Tertekan di Tengah Koreksi Pasar Kripto
Pasar aset kripto kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Sejumlah token mengalami koreksi tajam akibat tekanan jual yang meningkat di tengah sentimen pasar yang masih fluktuatif. Dari beberapa aset yang melemah, token SKYAI mencatat penurunan paling dalam dengan koreksi lebih dari 25 persen dalam 24 jam terakhir.
Baca Juga “Kripto Ada di Mana-mana pada Piala Dunia 2026, Tapi Bukan Sebagai Sponsor Resmi FIFA“
Selain SKYAI, aset digital Audiera dan OpenEden juga mengalami pelemahan signifikan hingga belasan persen. Koreksi ini memperlihatkan tingginya volatilitas pasar kripto yang masih dipengaruhi aksi ambil untung dan perubahan sentimen investor.
Berdasarkan data perdagangan pukul 13.25 WIB, ketiga token tersebut bergerak dalam tren bearish sepanjang hari. Tekanan jual yang dominan membuat harga terus melemah dari posisi pembukaan hingga menyentuh titik terendah harian.
Harga Audiera Turun Lebih dari 13 Persen
Token Audiera menjadi salah satu aset kripto yang mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan hari ini. Harga Audiera tercatat turun 13,09 persen dan berada di level Rp17.561.
Sebelumnya, aset tersebut sempat diperdagangkan di kisaran Rp20.274 sebelum akhirnya bergerak turun secara bertahap. Penurunan berlangsung fluktuatif dengan tekanan jual yang terus meningkat sepanjang sesi perdagangan.
Dalam pergerakan intraday, harga Audiera sempat menyentuh titik terendah harian di level Rp16.838 sebelum mengalami konsolidasi tipis menuju posisi terakhir.
Koreksi ini menunjukkan adanya sentimen bearish yang cukup kuat di pasar. Selain dipicu aksi profit taking, pelemahan harga juga dipengaruhi kondisi pasar kripto global yang masih bergerak tidak stabil.
Volatilitas tinggi pada aset kripto membuat pergerakan harga dapat berubah cepat dalam waktu singkat. Karena itu, investor biasanya lebih berhati-hati saat pasar memasuki fase koreksi tajam.
OpenEden Merosot Hampir 17 Persen dalam Sehari
Selain Audiera, token OpenEden juga mengalami tekanan jual signifikan. Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga OpenEden turun 16,70 persen hingga berada di level Rp1.277.
Pada awal perdagangan, OpenEden sempat diperdagangkan di harga Rp1.589. Namun, tekanan jual yang terus meningkat membuat aset tersebut bergerak turun secara konsisten sepanjang hari.
Penurunan bahkan sempat menyeret harga OpenEden hingga menyentuh level Rp1.242 sebelum terjadi sedikit rebound teknikal menjelang penutupan sesi perdagangan siang.
Koreksi tajam pada OpenEden memperlihatkan dominasi sentimen negatif di pasar aset digital. Investor cenderung melakukan pelepasan aset ketika pasar bergerak tidak pasti dan risiko volatilitas meningkat.
Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar biasanya memantau area support dan resistance untuk menentukan arah pergerakan harga berikutnya.
SKYAI Catat Penurunan Terdalam hingga 25 Persen
Token SKYAI menjadi aset kripto dengan penurunan terbesar pada perdagangan hari ini. Harga SKYAI anjlok 25,09 persen dan berada di level Rp4.460 per pukul 13.25 WIB.
Sebelumnya, SKYAI sempat berada di level Rp5.973 sebelum mengalami tekanan jual besar-besaran. Tren penurunan berlangsung hampir sepanjang hari dan membuat harga terus melemah tajam.
Dalam perdagangan intraday, SKYAI bahkan sempat menyentuh titik terendah harian di level Rp4.424 sebelum mengalami pantulan tipis menjelang siang.
Penurunan lebih dari 25 persen dalam satu hari menunjukkan tingginya tekanan bearish terhadap token tersebut. Koreksi sedalam ini biasanya terjadi ketika pasar mengalami aksi jual besar atau perubahan sentimen yang sangat cepat.
Volatilitas ekstrem masih menjadi salah satu karakter utama pasar aset kripto, terutama pada token dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil dibanding aset utama seperti Bitcoin atau Ethereum.
Volatilitas Pasar Kripto Masih Tinggi
Pergerakan harga aset digital dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pasar kripto masih berada dalam fase volatil. Sentimen global, kondisi ekonomi makro, hingga aksi spekulatif investor masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga.
Kondisi pasar yang mudah berubah membuat investor perlu lebih disiplin dalam mengelola risiko investasi. Banyak analis menyarankan pelaku pasar untuk tidak hanya mengikuti tren jangka pendek, tetapi juga memahami fundamental aset digital yang diperdagangkan.
Selain itu, investor juga perlu memperhatikan manajemen portofolio agar tidak terlalu terpapar risiko ketika pasar mengalami koreksi mendadak.
Dalam perdagangan kripto, fluktuasi harga tinggi memang dapat membuka peluang keuntungan besar. Namun, kondisi itu juga meningkatkan potensi kerugian apabila investor tidak memiliki strategi yang terukur.
Investor Mulai Fokus pada Strategi dan Riset
Seiring perkembangan industri kripto, pola investasi masyarakat mulai berubah. Investor kini lebih banyak melakukan riset dan mempelajari fundamental proyek blockchain sebelum membeli aset digital tertentu.
Perubahan perilaku tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian terhadap utilitas proyek, teknologi blockchain, serta prospek jangka panjang aset kripto.
Di tengah tingginya volatilitas pasar, pendekatan berbasis riset dinilai semakin penting agar investor tidak mudah terjebak keputusan emosional saat harga bergerak ekstrem.
Pasar kripto diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, investor disarankan tetap memantau perkembangan pasar global dan menggunakan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Baca Juga “Harga kripto mayoritas turun, Bitcoin turun 2% sementara token RAIN dan OKB naik signifikan.“



