BEI Tambah Informasi Afiliasi untuk Pemegang Saham di Atas 1 Persen
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menambahkan informasi status afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1 persen. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat transparansi dan membantu investor memahami struktur kepemilikan emiten.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa sebelumnya hanya menampilkan nama pemegang saham dalam publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen.
BEI kemudian memperluas informasi tersebut dengan mencantumkan tipe investor. Ke depan, bursa juga akan menambahkan kolom khusus yang menunjukkan apakah pemegang saham tersebut memiliki hubungan afiliasi atau tidak.
BEI Perluas Informasi Kepemilikan Saham
Jeffrey mengatakan informasi status afiliasi akan membuat data kepemilikan saham lebih mudah dipahami publik. Investor dapat menggunakan informasi tersebut untuk melihat struktur kepemilikan secara lebih lengkap.
“Ke depan, kami akan tambahkan lagi satu kolom yang memberikan informasi apakah pemegang saham di atas 1 persen ini terafiliasi atau tidak terafiliasi,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Senin.
Menurut Jeffrey, pengembangan data kepemilikan merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan informasi pasar modal. BEI akan terus memperkaya informasi yang tersedia agar publik dapat memanfaatkannya secara lebih efektif.
Baca Juga “Mengapa saham Sionna Therapeutics anjlok hari ini?“
Bursa juga berencana mengembangkan informasi lain yang berkaitan dengan kebutuhan investor. Langkah tersebut mencerminkan upaya BEI meningkatkan keterbukaan informasi dan kemudahan akses terhadap data pasar modal.
Status Afiliasi Bantu Investor Membaca Struktur Kepemilikan
Penambahan status afiliasi dapat memberikan konteks tambahan ketika investor menganalisis kepemilikan saham suatu emiten. Informasi tersebut membantu membedakan pemegang saham yang memiliki hubungan tertentu dengan pihak lain.
Data kepemilikan saham menjadi salah satu informasi yang penting bagi investor. Struktur kepemilikan dapat memberikan gambaran mengenai konsentrasi kepemilikan dan posisi pemegang saham dalam suatu perusahaan.
Dengan informasi yang lebih lengkap, publik dapat melakukan analisis secara lebih terarah. Investor juga memiliki tambahan konteks ketika mengevaluasi profil dan struktur kepemilikan emiten.
BEI menilai transparansi tersebut perlu terus dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan informasi di pasar modal. Penyediaan data yang lebih komprehensif juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas infrastruktur informasi bursa.
BEI Siapkan Fondasi Pasar Modal Menuju 2030
Jeffrey menegaskan pengembangan transparansi tidak semata-mata dilakukan sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang terjadi sebelumnya. Menurut dia, BEI sedang menyiapkan fondasi pasar modal untuk menghadapi kebutuhan pada masa mendatang.
Bursa memasukkan penguatan layanan dan informasi publik dalam agenda pengembangan hingga 2030. Target tersebut menjadi bagian dari peta jalan BEI untuk memperbesar skala pasar modal Indonesia.
BEI menargetkan kapitalisasi pasar mencapai sedikitnya Rp30.000 triliun pada 2030. Nilai transaksi harian rata-rata juga ditargetkan meningkat hingga Rp31 triliun.
Selain itu, BEI membidik jumlah perusahaan tercatat melampaui 1.100 perusahaan. Jumlah investor pasar modal juga ditargetkan menembus lebih dari 35 juta investor.
Target Kapitalisasi Pasar Capai 83 Persen PDB
Target BEI tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah emiten dan investor. Bursa juga menginginkan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang semakin besar dibandingkan ukuran perekonomian nasional.
Dengan target kapitalisasi Rp30.000 triliun, BEI memperkirakan nilainya dapat mencapai lebih dari 83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Target tersebut membutuhkan dukungan dari peningkatan partisipasi investor, pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat, serta penguatan kualitas pasar. Transparansi informasi menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan pelaku pasar.
Jeffrey menyebut agenda tersebut sebagai bagian dari persiapan BEI menghadapi perkembangan pasar modal ke depan. Bursa ingin memastikan infrastruktur dan layanan informasi mampu mengikuti kebutuhan pasar yang semakin besar.
Transparansi Menjadi Bagian dari Pengembangan Pasar Modal
Penambahan kolom status afiliasi menunjukkan arah pengembangan data BEI yang semakin informatif. Investor tidak hanya mendapatkan informasi mengenai siapa pemegang saham di atas 1 persen, tetapi juga konteks mengenai status hubungan kepemilikannya.
Pengembangan tersebut diharapkan membantu publik melakukan analisis dengan informasi yang lebih lengkap. Bagi BEI, peningkatan transparansi juga menjadi bagian dari upaya membangun pasar modal yang kredibel dan kompetitif.
Ke depan, efektivitas pengembangan data tersebut akan bergantung pada kelengkapan, akurasi, dan kemudahan akses informasi. Dengan terus memperkaya data pasar, BEI berupaya mendukung kebutuhan investor sekaligus mengejar target pengembangan pasar modal hingga 2030.
Baca Juga “OJK tangani 124 kasus pasar modal, 89 masih diperiksa“



