Crypto & Web3 Indonesia

Bhutan Jual 519 Bitcoin, Nilainya Capai Ratusan Miliar

BHUTAN PINDAHKAN 519 BITCOIN SENILAI USD 37 JUTA, PICU SOROTAN PASAR KRIPTO

Pemerintah Bhutan kembali melakukan pergerakan aset kripto dengan memindahkan sekitar 519 Bitcoin (BTC). Nilai transaksi ini diperkirakan mencapai hampir USD 37 juta atau sekitar Rp 620 miliar berdasarkan kurs terbaru. Langkah ini menarik perhatian pelaku pasar karena berpotensi berkaitan dengan strategi pengelolaan aset digital negara tersebut.

Pergerakan ini terdeteksi melalui data on-chain yang menunjukkan transfer ke dua dompet berbeda. Salah satunya terhubung dengan perusahaan perdagangan kripto QCP Capital, yang kerap dikaitkan dengan aktivitas likuiditas atau penjualan aset.

baca juga”TPIA Bukukan Laba Bersih USD 1,4 Miliar pada 2025

TRANSFER BITCOIN DAN POSISI ASET TERKINI BHUTAN

Berdasarkan data Arkham Intelligence, Bhutan memindahkan sekitar 519,7 BTC dengan nilai sekitar USD 36,75 juta. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan Bitcoin negara ini masih mencapai sekitar 4.453 BTC.

Jika dikonversikan, nilai total aset tersebut mencapai lebih dari USD 315 juta atau sekitar Rp 5,3 triliun. Aset kripto ini dikelola oleh Druk Holding and Investments Ltd sebagai bagian dari portofolio investasi nasional.

Meski tujuan pasti transfer belum dikonfirmasi secara resmi, pergerakan ke dompet yang terafiliasi dengan pelaku pasar sering diasosiasikan dengan potensi penjualan atau reposisi aset.

POLA PENJUALAN BERKALA DAN STRATEGI PENGELOLAAN

Data historis menunjukkan bahwa Bhutan telah beberapa kali melakukan transfer Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam beberapa pekan terakhir saja, tercatat transaksi senilai USD 72 juta dan USD 12 juta.

Sebelumnya, Bhutan juga memindahkan lebih dari USD 22 juta dalam kurun waktu satu minggu. Menurut analisis Arkham, negara ini memiliki pola penjualan berkala dengan nilai sekitar USD 50 juta per transaksi.

“Bhutan secara rutin melakukan penjualan BTC dalam jumlah tertentu, terutama pada periode tertentu seperti pertengahan hingga akhir 2025,” tulis laporan Arkham.

Strategi ini dinilai sebagai bagian dari manajemen portofolio untuk menjaga likuiditas dan memanfaatkan momentum harga pasar.

POSISI BHUTAN DI PETA PEMEGANG BITCOIN GLOBAL

Menurut data dari Bitcoin Treasuries, Bhutan saat ini termasuk dalam tujuh besar negara dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Negara ini mulai menambang Bitcoin sejak 2019 dan telah memperoleh keuntungan signifikan. Total keuntungan yang dihasilkan dari aktivitas tersebut diperkirakan mencapai lebih dari USD 765 juta.

Produksi Bitcoin Bhutan juga cukup agresif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, negara ini menambang sekitar 8.200 BTC, menjadikannya periode produksi tertinggi. Sebelumnya, Bhutan menghasilkan sekitar 1.800 BTC pada 2022 dan sekitar 300 BTC pada 2024.

Namun, setelah peristiwa halving Bitcoin pada 2024, aktivitas penambangan mengalami penurunan karena biaya produksi meningkat drastis.

DAMPAK PERGERAKAN TERHADAP PASAR KRIPTO

Pergerakan aset ini terjadi saat harga Bitcoin mengalami tekanan. Bitcoin sempat turun hingga sekitar USD 70.000 dan mencatat penurunan lebih dari 7 persen dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, analis blockchain menilai transfer tersebut belum tentu berdampak langsung pada pasar. Banyak transaksi serupa sebelumnya yang hanya berupa pemindahan internal atau penyesuaian kustodian tanpa memicu aksi jual besar.

Saldo dompet utama Bhutan juga relatif stabil, yang menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan lebih bersifat pengelolaan aset daripada likuidasi besar-besaran.

STRATEGI KRIPTO HIJAU UNTUK DORONG EKONOMI

Di luar aktivitas transaksi, Bhutan juga dikenal sebagai salah satu negara yang mengembangkan konsep kripto hijau. Negara ini memanfaatkan energi terbarukan, terutama tenaga air, untuk menambang Bitcoin.

Pendekatan ini bertujuan mengurangi jejak karbon sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi negara. CEO Druk Holding, Ujjwal Deep Dahal, sebelumnya menyatakan bahwa strategi ini juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi fenomena brain drain.

Dengan memanfaatkan energi bersih, Bhutan berupaya menempatkan diri sebagai pemain kripto yang berkelanjutan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu lingkungan.

PENUTUP: STRATEGI HATI-HATI DI TENGAH VOLATILITAS PASAR

Langkah Bhutan memindahkan ratusan Bitcoin kembali menegaskan pendekatan aktif negara tersebut dalam mengelola aset digital. Meski memicu spekulasi pasar, pola transaksi yang konsisten menunjukkan strategi yang terukur dan tidak reaktif.

Ke depan, pergerakan aset kripto oleh negara seperti Bhutan akan terus menjadi perhatian pelaku pasar global. Kombinasi antara manajemen portofolio, efisiensi penambangan, dan pendekatan ramah lingkungan dapat menjadi model baru dalam pemanfaatan aset digital oleh negara.

baca juga”Bernstein Prediksi Bitcoin Tembus USD 150.000 pada 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *