Crypto & Web3 Indonesia

Bitcoin Berpotensi Turun ke Level US$ 59.000

Bitcoin Berpotensi Menyentuh Level US$ 59.000 Sebelum Memulai Pemulihan Harga

Pasar aset kripto kembali menghadapi periode volatilitas tinggi setelah harga Bitcoin mengalami koreksi dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan jual yang terjadi memunculkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama terkait kemungkinan penurunan harga yang lebih dalam.

Meski demikian, sejumlah analis masih melihat peluang pemulihan dalam jangka menengah hingga panjang. Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, memperkirakan Bitcoin dapat membentuk titik terendah siklus di sekitar level US$ 59.000 sebelum melanjutkan tren kenaikan.

Dalam laporan analisisnya yang dikutip CoinMarketCap, Kendrick menyebut fase pelemahan saat ini belum mengubah prospek positif pasar kripto secara keseluruhan. Ia bahkan tetap mempertahankan proyeksi harga Bitcoin mencapai US$ 100.000 pada akhir tahun, sementara Ethereum diperkirakan berpotensi menyentuh US$ 4.000.

baca juga”Volume Kripto Anjlok ke Titik Terendah dalam 2 Tahun

Arus Keluar ETF Bitcoin dan IPO SpaceX Tekan Likuiditas Pasar

Salah satu faktor utama yang menekan harga Bitcoin adalah derasnya arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Sejak awal Mei, produk investasi tersebut mencatat penarikan dana lebih dari US$ 5,72 miliar, yang mengurangi likuiditas di pasar kripto.

Kendrick juga menilai aktivitas Initial Public Offering (IPO) SpaceX ikut memengaruhi pergerakan pasar. Sebagian investor disebut mengalihkan dana dari aset kripto dan ETF Bitcoin untuk berpartisipasi dalam penawaran saham perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut.

Akibat tekanan dari kedua faktor tersebut, harga Bitcoin sempat turun hingga sekitar US$ 59.375. Penurunan ini membuat Bitcoin terkoreksi tajam dari level tertinggi sebelumnya yang mencapai sekitar US$ 126.000.

Namun, menurut Kendrick, tekanan likuiditas yang berasal dari IPO SpaceX kemungkinan bersifat sementara. Setelah proses penawaran saham mereda, aliran modal berpotensi kembali masuk ke ETF Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Level US$ 59.000 Dinilai Menjadi Area Dukungan Penting Bitcoin

Menurut analisis Standard Chartered, area US$ 59.000 dapat menjadi titik dukungan yang kuat bagi pergerakan Bitcoin pada siklus pasar saat ini. Jika tekanan jual mulai berkurang dan minat beli kembali meningkat, harga Bitcoin memiliki peluang untuk memasuki fase pemulihan.

Pergerakan pasar kripto juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, termasuk perubahan suku bunga, pergerakan pasar keuangan, dan sentimen investor terhadap aset berisiko.

Faktor Geopolitik dan Harga Minyak Ikut Menentukan Arah Pasar Kripto

Selain faktor internal, perkembangan geopolitik global juga menjadi perhatian investor kripto. Kendrick menilai meredanya ketegangan internasional, termasuk potensi tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, dapat memberikan sentimen positif bagi pasar.

Kesepakatan tersebut berpotensi menekan harga minyak dunia dan mengurangi tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kondisi itu dapat meningkatkan minat investor terhadap aset dengan risiko lebih tinggi, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

Pada saat yang sama, harga minyak Brent berada di kisaran US$ 87 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sekitar US$ 85 per barel. Pergerakan kedua komoditas ini menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pelaku pasar.

Prospek Bitcoin dan Ethereum Masih Bergantung pada Pemulihan Sentimen Investor

Meskipun tekanan jangka pendek masih membayangi pasar kripto, sejumlah analis menilai fase koreksi saat ini dapat menjadi bagian dari siklus sebelum pemulihan berikutnya.

Level US$ 59.000 menjadi titik penting yang akan menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya. Apabila arus dana kembali masuk ke pasar dan kondisi makroekonomi lebih kondusif, Bitcoin serta Ethereum berpeluang melanjutkan tren penguatan dalam jangka panjang.

baca juga”Harga Emas Mulai Turun, Akankah Dana Investor Lari ke Bitcoin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *