Investasi Saham & Reksadana untuk Pemula

Bitmine Immersion Kantongi 5,21 Juta ETH

Bitmine Immersion Kuasai 5,21 Juta ETH, Nilai Aset Kripto Tembus US$13,4 Miliar

Bitmine Immersion Technologies mengumumkan total kepemilikan aset kripto, uang tunai, dan investasi strategis perusahaan telah mencapai US$13,4 miliar. Perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange dengan kode saham BMNR itu kini menjadi salah satu pemegang Ethereum terbesar di dunia.

Baca Juga “Whale Crypto Bergerak Brutal, 3 Token Ini Mulai Dilepas di Minggu Kedua Mei

Dalam laporan terbaru per 10 Mei 2026, Bitmine tercatat memiliki 5.206.790 token Ethereum atau ETH. Jumlah tersebut setara sekitar 4,31 persen dari total suplai ETH global yang mencapai 120,7 juta token.

Perusahaan juga memiliki 201 Bitcoin, kas tunai sebesar US$775 juta, serta sejumlah investasi strategis yang disebut sebagai “moonshots”. Nilai total aset tersebut menempatkan Bitmine sebagai salah satu perusahaan treasury kripto terbesar di pasar publik global.

Bitmine Percepat Strategi Akuisisi Ethereum

Bitmine menyatakan strategi utama perusahaan saat ini adalah memperbesar kepemilikan Ethereum sebagai aset treasury jangka panjang. Perusahaan bahkan menargetkan penguasaan 5 persen dari total suplai ETH global melalui strategi yang disebut “Alchemy 5%”.

Ketua Bitmine, Thomas Lee, mengatakan perusahaan telah mengakumulasi lebih dari 1 juta ETH sejak awal 2026. Dengan kepemilikan saat ini, Bitmine mengklaim telah menguasai sekitar 86 persen dari target “Alchemy 5%”.

“Kami berencana terus menyimpan dan melakukan staking atas kepemilikan ETH kami,” ujar Lee dalam pernyataan resminya.

Menurut Lee, strategi tersebut secara tidak langsung mengurangi jumlah ETH yang tersedia di pasar karena sebagian besar token perusahaan disimpan untuk staking jangka panjang.

Ethereum Dinilai Diuntungkan Tren Tokenisasi dan AI

Bitmine menilai Ethereum memiliki prospek jangka panjang yang semakin kuat. Perusahaan menyebut dua faktor utama yang mendorong pertumbuhan Ethereum saat ini adalah tokenisasi aset oleh Wall Street dan perkembangan teknologi artificial intelligence atau AI berbasis blockchain.

Lee mengatakan institusi keuangan global mulai memanfaatkan blockchain Ethereum untuk tokenisasi aset keuangan. Selain itu, perkembangan sistem AI agen juga diperkirakan akan membutuhkan blockchain publik yang netral dan terdesentralisasi.

“Musim semi kripto telah dimulai,” kata Lee dalam Chairman’s Message edisi Mei 2026.

Ia menambahkan, jika harga ETH mampu ditutup di atas US$2.100 pada akhir Mei 2026, kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto memasuki fase bullish baru.

Bitmine Jadi Pemegang ETH Terbesar di Dunia

Berdasarkan data perusahaan, sekitar 4.712.917 ETH milik Bitmine telah di-staking. Nilai aset staking tersebut diperkirakan mencapai US$11,1 miliar dengan asumsi harga ETH sebesar US$2.366 per token.

Bitmine mengklaim kini menjadi entitas dengan jumlah staking ETH terbesar di dunia. Perusahaan memperkirakan potensi imbal hasil staking tahunan dapat mencapai sekitar US$352 juta dengan tingkat yield 2,86 persen.

Operasi staking perusahaan dijalankan melalui platform MAVAN atau Made in America Validator Network. Platform tersebut awalnya dibangun untuk mendukung treasury Ethereum milik Bitmine, namun kini mulai dikembangkan untuk investor institusi dan kustodian aset digital.

Bitmine Miliki Investasi di Eightco dan Beast Industries

Selain kepemilikan Ethereum dan Bitcoin, Bitmine juga memiliki investasi strategis di beberapa perusahaan publik. Salah satunya adalah kepemilikan saham Eightco Holdings senilai sekitar US$88 juta.

Bitmine menyebut investasi di Eightco memberikan eksposur tidak langsung terhadap OpenAI kepada investor publik.

Perusahaan juga memiliki sekitar US$200 juta saham Beast Industries yang dimasukkan dalam kategori investasi “moonshots”.

Saham BMNR Masuk Daftar Saham Paling Aktif di AS

Bitmine baru saja melakukan uplisting dari NYSE American ke NYSE pada 9 April 2026. Saham perusahaan tetap diperdagangkan menggunakan kode BMNR.

Menurut data Fundstrat, saham BMNR kini menjadi salah satu saham paling aktif diperdagangkan di Amerika Serikat. Rata-rata nilai transaksi harian saham tersebut mencapai sekitar US$816 juta dalam lima hari perdagangan terakhir.

Volume perdagangan tersebut menempatkan BMNR di posisi ke-149 saham paling aktif di pasar AS dari lebih dari 5.700 saham publik yang tercatat.

Bitmine juga mendapat dukungan dari sejumlah investor institusi besar seperti Cathie Wood, Founders Fund, Pantera, Kraken, Galaxy Digital, hingga investor Bill Miller III.

Regulasi Kripto dan Wall Street Dinilai Masuk Fase Baru

Dalam pernyataannya, Bitmine juga menyoroti perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Perusahaan menyebut kebijakan seperti GENIUS Act dan Project Crypto dari Securities and Exchange Commission berpotensi mengubah sistem layanan keuangan global.

Bitmine membandingkan perubahan tersebut dengan keputusan Amerika Serikat pada 1971 yang mengakhiri standar emas Bretton Woods. Menurut perusahaan, transformasi regulasi aset digital saat ini dapat menciptakan era baru bagi industri keuangan modern.

Strategi Treasury Ethereum Dinilai Jadi Tren Baru

Langkah agresif Bitmine memperbesar kepemilikan Ethereum menunjukkan semakin banyak perusahaan publik mulai menjadikan aset digital sebagai bagian dari strategi treasury.

Selama beberapa tahun terakhir, tren treasury kripto sebelumnya lebih banyak didominasi Bitcoin. Namun kini Ethereum mulai menarik perhatian karena memiliki utilitas lebih luas melalui staking, smart contract, dan ekosistem decentralized finance atau DeFi.

Bitmine bahkan menyebut dirinya sebagai treasury Ethereum terbesar di dunia dan treasury kripto global nomor dua setelah Strategy Inc. yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar.

Volatilitas Kripto dan Risiko Regulasi Tetap Jadi Tantangan

Meski prospek Ethereum dinilai positif, Bitmine tetap mengingatkan investor mengenai risiko tinggi di industri aset digital. Perusahaan menegaskan harga kripto masih sangat volatil dan dipengaruhi kondisi geopolitik, kebijakan regulator, hingga sentimen pasar global.

Dalam pernyataan resminya, Bitmine juga menyebut sejumlah faktor risiko yang dapat memengaruhi bisnis perusahaan. Faktor tersebut mencakup perubahan regulasi, fluktuasi harga ETH dan Bitcoin, hingga kondisi pasar modal.

Ke depan, strategi Bitmine untuk terus mengakumulasi Ethereum diperkirakan akan menjadi perhatian pelaku pasar kripto global. Jika tren tokenisasi dan AI terus berkembang, Ethereum berpotensi semakin diperkuat sebagai salah satu aset digital utama dalam sistem keuangan modern.

Baca Juga “Harga Kripto 14 Mei 2026: Bitcoin Cs Bergerak Variatif, Kapitalisasi Pasar Turun 1,34 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *