Investasi Saham & Reksadana untuk Pemula

Garudafood Alokasikan Rp50 Miliar Buyback Saham

Garudafood Siapkan Buyback Saham Rp50 Miliar untuk Stabilitas dan Kepercayaan Investor
Perseroan Targetkan Pembelian Hingga 0,39% Saham Beredar
Pelaksanaan Buyback Bertahap Setelah Persetujuan RUPSLB
Dividen Rp350,34 Miliar Perkuat Daya Tarik Saham Garudafood

PT Garudafood Putra Putrijaya Tbk (GOOD) mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor di tengah dinamika pasar modal.

baca juga”Astra Siapkan Rp2 Triliun untuk Buyback Saham

Manajemen menilai buyback dapat memberikan sinyal positif terhadap fundamental perusahaan. Langkah ini juga mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang, sekaligus menjadi instrumen untuk mengoptimalkan struktur permodalan.

Dalam keterbukaan informasi, Garudafood menyebutkan bahwa jumlah saham yang akan dibeli kembali diperkirakan mencapai 143.318.966 lembar saham. Angka tersebut setara dengan sekitar 0,39% dari total saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh oleh perseroan.

Selain dana utama untuk buyback, perseroan juga menyiapkan biaya tambahan sekitar Rp125 juta. Biaya ini mencakup jasa perantara perdagangan efek serta pengeluaran lain yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Pelaksanaan buyback tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap. Perseroan menetapkan jangka waktu maksimal hingga 12 bulan setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham. Persetujuan ini akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026.

Garudafood menegaskan bahwa seluruh sumber dana untuk buyback berasal dari kas internal perusahaan. Perseroan memastikan bahwa dana tersebut bukan berasal dari hasil penawaran umum maupun pinjaman dalam bentuk apa pun. Dengan demikian, aksi ini tidak akan membebani struktur keuangan perusahaan.

Manajemen juga menyatakan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban finansialnya. Garudafood tetap menjaga likuiditas agar operasional bisnis berjalan optimal di tengah rencana aksi korporasi ini.

Untuk mendukung pelaksanaan di pasar, perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melakukan pembelian kembali saham. Penunjukan ini bertujuan memastikan proses buyback berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di pasar modal.

Harga pembelian kembali saham akan mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya ketentuan dalam POJK 29/2023. Dengan mengikuti aturan tersebut, perseroan berupaya menjaga transparansi serta melindungi kepentingan seluruh pemegang saham.

Di sisi lain, langkah buyback ini melengkapi kebijakan perusahaan yang sebelumnya telah menyetujui pembagian dividen tunai. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Garudafood memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp9,5 per saham.

Total dividen yang dibagikan mencapai Rp350,34 miliar. Jumlah ini setara dengan 56,10% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun buku 2024, yang tercatat sebesar Rp624,47 miliar.

Pembagian dividen ini menunjukkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada investor. Selain itu, kebijakan tersebut juga mencerminkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2024.

Perseroan menetapkan jadwal pembayaran dividen pada 21 Mei 2025. Sementara itu, daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen ditentukan berdasarkan pencatatan pada 7 Mei 2025 pukul 16.00 WIB.

Selain dividen, sebagian laba juga dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan. Garudafood menetapkan cadangan wajib sebesar Rp2 miliar sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sisa laba sebesar Rp272,13 miliar dialokasikan sebagai cadangan umum.

Kombinasi antara buyback saham dan pembagian dividen menunjukkan strategi manajemen dalam mengelola modal secara seimbang. Perseroan tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga menjaga imbal hasil bagi pemegang saham.

Dalam konteks pasar modal, aksi buyback sering dipandang sebagai indikator bahwa perusahaan menilai sahamnya berada di bawah nilai wajar. Oleh karena itu, langkah ini berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga saham di pasar.

Ke depan, efektivitas buyback akan sangat bergantung pada kondisi pasar dan kinerja fundamental perusahaan. Jika didukung oleh pertumbuhan bisnis yang konsisten, kebijakan ini dapat memperkuat posisi Garudafood di mata investor.

Dengan strategi yang terukur, Garudafood berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengembalian nilai kepada pemegang saham. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik saham perseroan di tengah persaingan yang semakin ketat di industri makanan dan minuman.

baca juga”BI Tahan Suku Bunga Acuan, IHSG Tetap Melaju di Zona Hijau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *