Investasi Saham & Reksadana untuk Pemula

GoTo Pastikan Kinerja Positif, Tinjauan MSCI Bersifat Teknis

GoTo Pastikan Kinerja Positif, Tinjauan MSCI Bersifat Teknis

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan kinerja keuangan perseroan tetap positif pada semester I-2026. Perusahaan membukukan laba bersih Rp607,48 miliar setelah mencatat rugi bersih Rp580,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

GoTo menyatakan kinerja tersebut menunjukkan perbaikan fundamental perusahaan. Perseroan juga menilai keputusan MSCI Inc. mengeluarkan GOTO dari indeks sahamnya berkaitan dengan faktor teknis perdagangan.

GoTo Catat Laba Bersih Rp607,48 Miliar

GoTo membukukan laba bersih Rp607,48 miliar sepanjang enam bulan pertama 2026. Capaian tersebut berbalik positif dibandingkan kerugian Rp580,01 miliar pada semester I-2025.

Baca Juga “Saham SpaceX naik 9,65% setelah Elon Musk prediksi Starlink kuasai 90% trafik internet global.

Perbaikan kinerja berlangsung selama dua kuartal berturut-turut. Perseroan menilai pencapaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan kinerja keuangan perusahaan.

Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan perusahaan memahami keputusan MSCI dapat mengecewakan sebagian pemegang saham.

“Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GOTO dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Audrey.

Pendapatan GoTo Tumbuh 28,45 Persen

Perbaikan laba GoTo sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih. Perseroan mencatat pendapatan Rp10,99 triliun pada semester I-2026.

Angka tersebut meningkat 28,45 persen secara tahunan dibandingkan Rp8,55 triliun pada semester I-2025.

Pertumbuhan pendapatan menunjukkan aktivitas bisnis GoTo terus berkembang. Namun, biaya dan beban juga mengalami peningkatan selama periode tersebut.

Biaya dan beban tercatat Rp10,21 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut naik 16,87 persen dibandingkan Rp8,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA Disesuaikan Tembus Rp1 Triliun

Selain laba bersih, GoTo mencatat pertumbuhan pada EBITDA Grup yang disesuaikan.

Nilai EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp1 triliun untuk pertama kalinya. Perseroan menyatakan pencapaian tersebut tetap sejalan dengan target kinerja tahunan.

GoTo mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun untuk 2026.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan perusahaan untuk melihat perkembangan kinerja operasional di luar laba bersih.

GoTo Sebut Keputusan MSCI Bersifat Teknis

GoTo menilai keputusan MSCI mengeluarkan GOTO dari indeksnya tidak mencerminkan perubahan fundamental perusahaan.

Perseroan mengaitkan keputusan tersebut dengan harga saham GOTO yang berada pada level Rp50 serta volume perdagangan yang rendah.

Dengan kondisi tersebut, GoTo menilai perubahan status dalam indeks MSCI lebih berkaitan dengan mekanisme teknis penyusunan indeks.

Audrey mengatakan perseroan akan tetap menjalin komunikasi dengan MSCI dan memantau perkembangan terkait keputusan tersebut.

“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI,” katanya.

GoTo Tetap Fokus Tingkatkan Nilai Pemegang Saham

Terlepas dari keputusan MSCI, GoTo menyatakan akan melanjutkan fokus pada pengelolaan bisnis.

Perseroan berupaya mempertahankan pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

“Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Audrey.

Sikap tersebut menunjukkan perusahaan memilih mempertahankan fokus pada operasional dan kinerja keuangan di tengah perubahan komposisi indeks saham global.

Total Aset GoTo Capai Rp47,47 Triliun

Dari sisi neraca, GoTo mencatat total aset sebesar Rp47,47 triliun per 30 Juni 2026.

Jumlah kumulatif liabilitas dan ekuitas juga mencapai Rp47,47 triliun pada tanggal yang sama.

Data tersebut menggambarkan posisi neraca perusahaan pada akhir semester I-2026. Kinerja neraca menjadi salah satu aspek penting dalam melihat kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh.

GOTO Keluar dari MSCI Global Standard Index

MSCI melalui Equity Indexes August 2026 Index Review mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index.

Salah satu saham yang dikeluarkan adalah GOTO. Perubahan tersebut merupakan bagian dari peninjauan indeks MSCI yang dilakukan secara berkala.

Perubahan komposisi indeks akan berlaku pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Agustus 2026.

Ketentuan tersebut kemudian efektif mulai 1 September 2026.

Prospek GoTo Setelah Peninjauan MSCI

Kinerja semester I-2026 memberikan gambaran bahwa GoTo mencatat perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih berbalik positif, pendapatan tumbuh, dan EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp1 triliun.

Di sisi lain, keputusan MSCI menjadi sentimen yang perlu diperhatikan investor menjelang perubahan indeks pada akhir Agustus.

GoTo menyatakan akan terus berdialog dengan MSCI sambil mempertahankan fokus pada pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Bagi investor, perkembangan kinerja keuangan, pencapaian target EBITDA, pergerakan saham, serta dampak perubahan indeks menjadi sejumlah faktor yang relevan untuk dicermati selanjutnya.

Baca Juga “IHSG melemah seiring respons jangka pendek pasar cermati tinjauan MSCI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *