Investasi Saham & Reksadana untuk Pemula

IHSG Berpotensi Sideways Jelang Keputusan Suku Bunga BI

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways Sambil Menanti Arah Kebijakan BI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu. Pelaku pasar masih mengambil sikap hati-hati atau wait and see sambil menunggu keputusan terbaru Bank Indonesia (BI) terkait arah kebijakan moneter.

Baca Juga “59 Saham Terancam Didepak Bursa, 3 BUMN Masuk Daftar

Pada awal perdagangan, IHSG mencatat penguatan 25,99 poin atau 0,41 persen menuju level 6.366,01. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut bergerak positif dengan kenaikan 1,77 poin atau 0,28 persen ke posisi 638,41.

Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Investor mencermati keputusan suku bunga BI, perkembangan ekonomi internasional, serta dinamika pasar saham global yang masih menghadapi sejumlah risiko.

IHSG Menguji Area Resistance di Tengah Sentimen Kebijakan BI
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata memperkirakan IHSG memiliki peluang menguji level resistance 6.377. Jika mampu melewati area tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.398 hingga 6.459.

Namun, apabila IHSG gagal menembus batas resistance tersebut, tekanan aksi ambil untung atau taking profit dapat terjadi. Dalam skenario tersebut, area support diperkirakan berada pada level 6.286 hingga 6.257.

Menurut Liza, investor masih cenderung menahan diri karena menunggu kepastian kebijakan Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG). Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan arah pergerakan pasar saham dalam jangka pendek.

Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia
Bank Indonesia dijadwalkan menyampaikan hasil RDG mengenai kebijakan moneternya. Saat ini, BI-Rate berada di level 5,75 persen setelah mengalami kenaikan sebanyak tiga kali dengan total peningkatan 100 basis poin sepanjang 2026.

Pelaku pasar terbagi dalam dua perkiraan terkait keputusan BI. Sebagian ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga, sementara sebagian lainnya memperkirakan adanya kenaikan sebesar 25 basis poin menjadi 6,00 persen.

Keputusan BI akan menjadi perhatian utama karena berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah, arus modal asing, serta minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Rencana Pusat Finansial Internasional Jadi Sentimen Domestik
Selain kebijakan moneter, pasar juga mencermati rencana pemerintah dan DPR dalam membangun Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Program tersebut ditargetkan menjadi pusat keuangan global baru sekaligus menarik investasi dari keluarga kaya dunia atau family office internasional.

Liza menyebut aset yang dikelola family office secara global mencapai sekitar 3,2 triliun dolar AS. Sebagian besar investor institusi tersebut disebut sedang mencari lokasi investasi alternatif akibat perubahan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian di pusat keuangan tradisional.

Menurutnya, keberadaan ekosistem finansial yang kompetitif, aturan yang mendukung, serta infrastruktur memadai dapat meningkatkan peluang Indonesia menjadi pusat investasi regional.

Bursa Global Menguat, Investor Fokus pada Kinerja Perusahaan Teknologi
Dari pasar internasional, sentimen positif terlihat dari penguatan saham teknologi, terutama sektor semikonduktor. Pergerakan tersebut terjadi setelah saham-saham terkait teknologi sebelumnya mengalami tekanan akibat aksi ambil untung pada tema kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Investor global kini mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal II-2026. Kinerja perusahaan seperti Alphabet, Intel, dan Texas Instruments menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai prospek belanja AI dan pertumbuhan industri teknologi.

Meski peluang pertumbuhan AI masih dinilai kuat, pasar tetap memperhatikan besarnya belanja modal perusahaan teknologi serta kemampuan investasi tersebut menghasilkan keuntungan.

Liza menjelaskan bahwa minimnya rilis data ekonomi dan periode pembatasan komunikasi pejabat bank sentral Amerika Serikat atau The Fed membuat pasar lebih banyak dipengaruhi oleh laporan keuangan perusahaan.

Risiko Geopolitik dan Perdagangan Global Masih Membayangi Pasar
Selain faktor ekonomi, investor juga memperhatikan peningkatan ketegangan geopolitik. Konflik Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi global.

Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi, terutama melalui jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga komoditas serta sentimen investor terhadap pasar saham.

Di sisi perdagangan internasional, kebijakan tarif tambahan Amerika Serikat terhadap sejumlah produk impor Kanada juga menjadi perhatian. Langkah tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap hubungan dagang antarnegara.

Bursa Dunia Kompak Menguat Menjelang Perdagangan Asia
Pada perdagangan Selasa (21/7), mayoritas bursa global mencatat penguatan. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,90 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,58 persen, DAX Jerman naik 0,66 persen, dan CAC 40 Prancis meningkat 0,28 persen.

Dari Amerika Serikat, Wall Street juga bergerak positif. Indeks S&P 500 naik 0,90 persen ke level 7.507,32, Nasdaq Composite menguat 1,3 persen menjadi 25.837,21, sedangkan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,70 persen ke posisi 52.223,93.

Pergerakan positif tersebut turut memberikan sentimen bagi pasar saham Asia. Pada awal perdagangan, Nikkei Jepang naik 1,67 persen, Shanghai Composite menguat 0,40 persen, dan Kospi Korea Selatan melonjak 5,22 persen. Sementara itu, Straits Times Singapura bergerak melemah 0,46 persen.

Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pasar, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi. Investor akan mencermati keputusan BI, perkembangan ekonomi global, serta kinerja emiten sebagai penentu arah indeks berikutnya.

Baca Juga “IHSG ditutup menguat dipicu valuasi murah dan optimisme kinerja emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *