Crypto & Web3 Indonesia

IHSG Ditutup Melemah ke 6.196 Dipicu Tensi Geopolitik

IHSG Ditutup Turun ke Level 6.196, Pasar Tertekan Tensi Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat di zona merah setelah tekanan sentimen global kembali meningkat. Eskalasi konflik di Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, serta kebijakan tarif baru Amerika Serikat mendorong investor mengurangi aset berisiko di pasar saham.

Pada penutupan perdagangan, IHSG terkoreksi 118,88 poin atau 1,88 persen ke level 6.196,43. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar turun 12,33 poin atau 1,97 persen ke posisi 614,79.

Gejolak Timur Tengah Picu Tekanan di Bursa Asia
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang tertekan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga “Bursa Asia Berguguran, IHSG Anjlok Nyaris 2%

Menurutnya, meningkatnya risiko konflik membuat pelaku pasar lebih berhati-hati karena berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global dan memicu kenaikan harga komoditas energi.

“IHSG dan bursa regional Asia melemah seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Sentimen negatif semakin kuat setelah harga minyak mentah Brent menembus level di atas US$100 per barel. Kenaikan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global dan memperbesar kemungkinan bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Peristiwa itu memunculkan kekhawat tinggi lebih lama.

Nico menjelaskan ketegangan meningkat setelah serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Peristiwa itu memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dunia.

Kebijakan Tarif Baru AS Tambah Ketidakpastian Global
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati kebijakan perdagangan terbaru dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif impor baru yang berlaku mulai Jumat waktu setempat.

Tarif sebesar 10 hingga 12,5 persen dikenakan terhadap barang dari sekitar 60 mitra dagang utama Amerika Serikat. Kebijakan tersebut diperkirakan meningkatkan risikoasi tarif baru dan tingginya harga energi dapat memperbesar ancaman perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya stagflasi, yaitu perl ekonomi domestik. Harga minyak yang tinggi berpotensi meningkatkan beban subsidi energi pemerintah sehingga gangguan rantai pasok global sekaligus memperlambat aktivitas perdagangan internasional.

Nico menilai kombinasi tarif baru dan tingginya harga energi dapat memperbesar ancaman perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko terjadinya stagflasi, yaitu perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disertai inflasi tinggi.

Dampak Berpotensi Menekan Ekonomi Indonesia
Tekanan eksternal diperkirakan turut memengaruhi kondisi ekonomi domestik. Harga minyak yang tinggi berpotensi meningkatkan beban subsidi energi pemerintah sehingga mempersempit ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, inflasi yang meningkat dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Risiko lain yang perlu diwaspadai meliputi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, potensi pelebaran defisit neraca perdagangan, serta penurunan daya beli masyarakat apabila harga energi bertahan tinggi.

Seluruh Sektor Saham Berakhir di Zona Merah
IHSG dibuka melemah dan bertahan di wilayah negatif sepanjang perdagangan hingga penutupan. Tidak ada sektor yang berhasil mencatatkan kenaikan pada, seluruh sebelas sektor mengalami pelemahan. Sektor barang konsumen nonprimer mencatat penurunan terdalam sebesar 3,26 persen, disusul sektor barang bak perdagangan kali ini.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami pelemahan. Sektor barang konsumen nonprimer mencatat penurunan terdalam sebesar 3,26 persen, disusul sektor barang baku yang turun 3,06 persen dan sektor transportasi serta logistik yang terkoreksi 2,81 persen.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan, antara lain MCAS, ALKA, BULL, GOLD, dan KLIN. Sebaliknya, saham BAPA, COCO, FILM, ramai dengan frekuensi mencapai sekitar 2,23 juta transaksi. Sebanyak 35,96 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp17,70 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 113 saham menguat, 618 saham melemah, dan 234 saham berger JGLE, dan JELI menjadi kelompok dengan pelemahan harga terbesar.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan frekuensi mencapai sekitar 2,23 juta transaksi. Sebanyak 35,96 miliar lembar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp17,70 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 113 saham menguat, 618 saham melemah, dan 234 saham bergerak stagnan.

Bursa Asia Kompak Terkoreksi
Tekanan yang terjadi di pasar Indonesia juga terlihat di kawasan Asia. Mayoritas indeks utama ditutup melemah seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap damppi, dan Strait Times sama-sama berakhir di zona merah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aksigerakan IHSG dalam waktu dekat diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah, dinamika harga minyak dunia, serta implementasi kebijakan tarif Amerika Serikat. Investor juga akan mencermati respons bankak konflik geopolitik dan kebijakan perdagangan global.

Indeks Nikkei, Shanghai Composite, Hang Seng, Kospi, dan Strait Times sama-sama berakhir di zona merah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aksi jual tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga meluas ke berbagai bursa regional.

Investor Menanti Kepastian Arah Kebijakan Global
Pergerakan IHSG dalam waktu dekat diperkirakan masih dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah, dinamika harga minyak dunia, serta implementasi kebijakan tarif Amerika Serikat. Investor juga akan mencermati respons bank sentral terhadap potensi kenaikan inflasi global.

Selama ketidakpastian geopolitik dan ekonomi masih tinggi, volatilitas pasar saham diperkirakan tetap meningkat. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan global sebagai acuan dalam menentukan strategi investasi pada periode berikutnya.

Baca Juga “IHSG Jumat dibuka melemah 48,33 poin ke posisi 6.266

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *