Investasi Saham & Reksadana untuk Pemula

IHSG Ditutup Naik Berkat Penguatan Semua Sektor Saham

IHSG Ditutup Menguat Berkat Kenaikan Seluruh Sektor Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis di zona hijau setelah seluruh sektor saham mencatatkan penguatan. Sentimen positif dari dalam negeri berhasil menopang pergerakan indeks, meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.

Baca Juga “Dikabarkan Listing di Bursa Saham Hong Kong, Ini Kata Amman Mineral

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 66,24 poin atau 1,10 persen ke level 6.108,21. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar turut menguat 8,68 poin atau 1,45 persen menjadi 608,58.

Seluruh Sektor Saham Mendorong Penguatan IHSG

Pergerakan positif IHSG didukung oleh kenaikan seluruh indeks sektoral IDX-IC. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,94 persen, disusul sektor barang baku yang naik 1,57 persen serta sektor properti sebesar 1,31 persen.

Sepanjang perdagangan, indeks dibuka menguat dan mampu bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama maupun sesi kedua. Kondisi tersebut menunjukkan minat beli investor tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup aktif. Frekuensi transaksi mencapai sekitar 2,27 juta kali dengan volume perdagangan 26,59 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,33 triliun. Sebanyak 385 saham menguat, 254 saham melemah, sedangkan 326 saham bergerak stagnan.

Sentimen Domestik Masih Menjadi Penopang Pasar

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai penguatan IHSG ditopang sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.

Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah fiskal dan kebijakan pasar untuk mengendalikan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang harganya bergejolak serta meningkatnya biaya produksi industri.

Selain itu, keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia turut memperkuat kepercayaan investor terhadap aset domestik. Penilaian tersebut mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Menjadi Risiko

Di sisi lain, Nico mengingatkan bahwa kenaikan IHSG berpotensi tertahan oleh lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus level 80 dolar AS per barel.

Kenaikan harga energi dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan tambahan yang dilancarkan AS terhadap sejumlah target di Iran. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global serta arah kebijakan suku bunga ke depan.

Menurut Nico, harga minyak yang terus meningkat juga berpotensi memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama jika berdampak pada meningkatnya beban subsidi energi dan risiko pelebaran defisit fiskal.

Meski demikian, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran menunjukkan sinyal untuk melanjutkan proses negosiasi menjadi salah satu faktor yang terus dicermati pelaku pasar.

Perlambatan Ekonomi China Turut Menjadi Perhatian

Selain perkembangan geopolitik, investor juga memantau data ekonomi terbaru dari China. Produk domestik bruto (PDB) negara tersebut tercatat tumbuh pada laju paling lambat sejak kuartal keempat 2022.

Angka tersebut berada di bawah kisaran target pertumbuhan ekonomi pemerintah China pada 2026, yaitu sekitar 4,5 hingga 5 persen. Perlambatan ekonomi China menjadi perhatian karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia dan memiliki pengaruh besar terhadap permintaan komoditas global.

Saham Penggerak dan Prospek Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, saham KBLV, CTTH, RONY, AGAR, dan MLPT menjadi emiten dengan kenaikan harga tertinggi. Sebaliknya, saham BAPA, DATA, ATAP, LUCY, dan GDST mencatat pelemahan paling besar.

Di kawasan Asia, pergerakan bursa berlangsung beragam. Indeks Shanghai dan Hang Seng berhasil menguat, sedangkan Nikkei Jepang dan Strait Times Singapura ditutup melemah.

Secara keseluruhan, IHSG mampu mempertahankan tren positif berkat dukungan sentimen domestik dan penguatan seluruh sektor saham. Namun, pelaku pasar diperkirakan tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, serta kondisi ekonomi global yang masih berpotensi memengaruhi arah perdagangan saham pada sesi berikutnya.

Baca Juga “IHSG BEI Kamis dibuka menguat 14,78 poin ke posisi 6.056

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *