Investasi Saham & Reksadana untuk Pemula

IHSG Menguat Ikuti Kenaikan Bursa Asia dan Global

IHSG Menguat Mengikuti Reli Bursa Asia dan Global di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Jumat pagi. Penguatan ini mengikuti tren positif bursa saham kawasan Asia dan pasar global yang kompak bergerak naik.

IHSG dibuka naik 61,61 poin atau 1,07 persen ke level 5.806,17. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga menguat 6,97 poin atau 1,23 persen ke posisi 572,46. Sentimen global dan domestik menjadi pendorong utama pergerakan pasar hari ini.

Baca Juga “Bursa Asia Menguat Jumat (3/7), Reli Samsung dan SK Hynix Redakan Tekanan Pasar

Sentimen Global Dorong Penguatan Bursa Asia dan IHSG

Penguatan IHSG tidak terlepas dari sentimen positif di pasar global. Bursa Asia dan Eropa kompak menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kesepakatan awal antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam pembicaraan damai membantu menurunkan risiko gangguan di Selat Hormuz. Kondisi ini menjaga stabilitas pasokan energi global dan menekan harga minyak dunia, sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi.

Selain itu, pernyataan pejabat The Federal Reserve yang menyebut tidak akan memberikan forward guidance secara eksplisit turut memengaruhi ekspektasi pasar. Pasar juga merespons data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan peluang penahanan suku bunga.

Analisis Teknis IHSG Masih Bergerak dalam Area Kritis

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa IHSG masih berada dalam area pergerakan yang menentukan arah tren berikutnya.

Ia menyebut IHSG memiliki level support di kisaran 5.678 hingga 5.523. Sementara resistance berada pada level 5.762, 5.806, hingga 5.853. Jika IHSG mampu menembus level tersebut dengan volume transaksi yang meningkat, indeks berpotensi menguji level 5.904 hingga 6.000.

“Selama IHSG masih berada di bawah 5.762–5.853, masih berisiko melanjutkan pelemahan,” ujar Liza dalam keterangannya di Jakarta.

Sentimen Domestik Didukung Arah Kebijakan Fiskal 2027

Dari dalam negeri, pasar turut mencermati kesepakatan awal antara DPR dan pemerintah terkait kerangka RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan pendapatan negara di kisaran 12,01 hingga 12,40 persen terhadap PDB.

Rasio pajak ditetapkan sebesar 10,16 hingga 10,50 persen, dengan defisit anggaran dijaga pada 1,80 hingga 2,40 persen PDB. Sementara itu, rasio utang diproyeksikan berada di level 40,31 hingga 40,64 persen PDB.

Asumsi ekonomi lain juga menjadi perhatian investor, termasuk target pertumbuhan ekonomi 5,8 hingga 6,5 persen, inflasi 1,5 hingga 3,5 persen, serta nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Harga minyak Indonesia (ICP) diperkirakan berada di rentang 70 hingga 95 dolar AS per barel.

Dorongan Investasi dari Rencana Pusat Finansial Internasional

Pemerintah juga mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII. Kawasan ini dirancang sebagai pusat keuangan khusus dengan insentif pajak dan sistem hukum komersial berstandar internasional.

PFII akan mengadopsi praktik dari pusat keuangan global seperti Dubai dan Abu Dhabi. Kawasan ini juga akan dilengkapi pengadilan khusus untuk penyelesaian sengketa bisnis internasional.

Selain itu, PFII menawarkan kemudahan perizinan, keimigrasian, ketenagakerjaan, hingga residensi untuk meningkatkan daya tarik investor asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan regional.

Bursa Global dan Asia Kompak Menguat

Di sisi global, bursa Eropa ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Euro Stoxx 50 naik 1,35 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,67 persen, DAX Jerman naik 2,16 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 1,65 persen.

Sementara itu, Wall Street bergerak variatif dengan Dow Jones Industrial Average naik 1,14 persen, S&P 500 naik tipis 0,01 persen, dan Nasdaq Composite melemah 1,61 persen.

Di kawasan Asia, indeks utama juga menunjukkan penguatan. Nikkei Jepang naik 0,62 persen, Shanghai menguat 0,35 persen, Hang Seng naik 1,65 persen, Kospi melonjak 2,27 persen, dan Straits Times menguat 0,17 persen.

IHSG Berpotensi Dipengaruhi Sentimen Global Jangka Pendek

Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan kebijakan domestik yang stabil, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar tetap mencermati level teknikal penting serta perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.

Pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih sensitif terhadap data ekonomi Amerika Serikat, arah kebijakan The Fed, serta perkembangan harga komoditas global yang memengaruhi sentimen investor.

Baca Juga “IHSG Jumat dibuka menguat 61,61 poin ke posisi 5.806

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *