Crypto & Web3 Indonesia

OJK Maluku Perluas Literasi Kripto di Indonesia Timur

OJK Maluku Perluas Literasi Kripto dan Keuangan Digital di Indonesia Timur

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) memperluas program literasi aset kripto dan keuangan digital di kawasan Indonesia Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) yang digelar di Universitas Pattimura, Ambon.

Program edukasi ini menjadi bagian dari Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap layanan keuangan digital dan aset kripto.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 mahasiswa dan sivitas akademika. OJK menilai peningkatan literasi keuangan digital menjadi langkah penting untuk menghadapi perkembangan teknologi finansial yang semakin cepat.

OJK Dorong Generasi Muda Pahami Risiko Aset Kripto

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan edukasi keuangan digital perlu diperluas agar masyarakat tidak hanya memahami manfaat teknologi finansial, tetapi juga menyadari risikonya.

Menurutnya, perkembangan layanan keuangan digital dan aset kripto harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara bijak.

“OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan melalui berbagai program edukasi, termasuk literasi aset kripto,” kata Haramain Billady di Ambon, Jumat.

Ia menegaskan bahwa peningkatan literasi memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari regulator, industri, akademisi, komunitas, hingga media. Kerja sama tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya terinklusi secara finansial, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik terhadap produk keuangan digital.

Baca Juga “INDODAX Sebut Kripto Tak Lagi Sekadar Eksperimen Teknologi

Melalui kegiatan DFL, OJK berharap generasi muda mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan.

Ambon Dipilih untuk Perluas Pemerataan Literasi Digital

Pemilihan Kota Ambon sebagai lokasi penyelenggaraan Digital Financial Literacy menjadi bagian dari strategi pemerataan edukasi keuangan digital di Indonesia Timur.

Selama ini, literasi aset kripto dan teknologi finansial lebih banyak terpusat di kota-kota besar di Pulau Jawa. Karena itu, OJK dan ABI mulai memperluas jangkauan edukasi ke wilayah timur Indonesia agar akses pengetahuan terkait keuangan digital semakin merata.

Kegiatan DFL di Universitas Pattimura juga menghadirkan sejumlah pembicara dari regulator dan industri aset digital nasional. Mereka membahas perkembangan teknologi blockchain, aset kripto, keamanan digital, hingga peluang ekonomi digital di masa depan.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Direktur Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Ludy Arlianto, Chief Financial Officer Indonesia Crypto Exchange (ICEX) Rizky Indraprasto, Legal, Compliance & Government Relations PT Kripto Maksima Koin Eveline Shinta, serta Head of Marketing PT Multikripto Exchange Indonesia Vincent.

OJK Ingatkan Risiko Investasi Kripto yang Tinggi

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan perkembangan industri aset digital berlangsung sangat cepat. Namun, pertumbuhan tersebut juga membawa tantangan baru terkait perlindungan konsumen dan keamanan investasi.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang terjebak investasi ilegal, penipuan digital, hingga kehilangan aset akibat rendahnya kesadaran terhadap keamanan digital.

Adi menegaskan bahwa aset kripto memiliki karakter high risk high return atau berisiko tinggi dengan potensi keuntungan besar. Karena itu, masyarakat perlu memahami mekanisme kerja aset digital sebelum memutuskan berinvestasi.

“Karena aset kripto bersifat high risk high return dan memiliki volatilitas tinggi, masyarakat perlu memahami risiko dan mekanisme kerjanya sebelum berinvestasi,” ujar Adi Budiarso.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur keuntungan instan yang ditawarkan pihak tidak bertanggung jawab di sektor investasi digital.

Literasi Digital Dinilai Penting di Tengah Pertumbuhan Kripto

Perkembangan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Minat masyarakat terhadap investasi digital tumbuh seiring meningkatnya akses teknologi dan kemudahan transaksi melalui platform daring.

Namun, peningkatan jumlah investor juga diikuti bertambahnya kasus penipuan berkedok investasi digital. Karena itu, edukasi mengenai keamanan digital dan manajemen risiko menjadi aspek penting dalam pengembangan ekosistem aset kripto nasional.

OJK menilai generasi muda perlu memiliki pemahaman yang kuat terkait teknologi blockchain, aset digital, dan tata kelola keuangan agar tidak mudah terjebak investasi ilegal.

Selain memberikan pemahaman tentang risiko, program literasi juga bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi finansial secara produktif dan bertanggung jawab.

OJK Perkuat Edukasi untuk Dukung Ekosistem Keuangan Digital

Melalui program literasi keuangan digital, OJK ingin menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi transformasi ekonomi berbasis teknologi. Edukasi yang merata dinilai dapat membantu memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara regulator, industri, kampus, dan komunitas diharapkan mampu memperluas akses pengetahuan masyarakat terhadap perkembangan teknologi finansial modern.

Dengan meningkatnya literasi digital, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, dan peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan industri aset kripto di Indonesia.

Baca Juga “Gara-Gara Modus Ini, Trader Kehilangan Rp500 Juta saat P2P Crypto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *