Investasi Saham & Reksadana untuk Pemula

Saham Syariah BEI Naik 184%, ISSI Capai US$399 Miliar

Saham Syariah di BEI Tumbuh Pesat, Kapitalisasi ISSI Capai US$399 Miliar

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan signifikan pasar modal syariah dalam 15 tahun terakhir. Hingga 13 Mei 2026, jumlah saham syariah di pasar modal Indonesia meningkat 184 persen, dari 237 saham pada 2011 menjadi 673 saham.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran investasi berbasis syariah di industri keuangan nasional. Saat ini, saham syariah mencakup sekitar 70 persen dari total saham tercatat di BEI.

Selain jumlah emiten, kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga mengalami kenaikan tajam hingga mencapai sekitar US$399 miliar atau tumbuh 255 persen dibanding 2011.

Pertumbuhan Saham Syariah Dorong Penguatan Pasar Modal Nasional
Jumlah Emiten Syariah Terus Bertambah

BEI menyebut peningkatan jumlah saham syariah menjadi indikator penting berkembangnya ekosistem investasi syariah di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan memilih masuk dalam kategori saham syariah karena tingginya minat investor.

Baca Juga “70% Saham BEI Kini Berlabel Syariah

Pertumbuhan tersebut juga mencerminkan semakin luasnya pilihan instrumen investasi syariah di pasar modal domestik.

Berdasarkan data BEI, saham syariah kini mendominasi sebagian besar emiten yang tercatat di bursa. Kondisi itu memperlihatkan pasar modal syariah tidak lagi menjadi segmen kecil, tetapi telah menjadi bagian utama industri investasi Indonesia.

Kapitalisasi ISSI Naik 255 Persen Sejak 2011

Selain jumlah saham, nilai kapitalisasi pasar ISSI juga meningkat signifikan. Kapitalisasi pasar indeks saham syariah Indonesia kini mencapai sekitar US$399 miliar.

Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya nilai perusahaan berbasis syariah sekaligus bertambahnya aktivitas transaksi di sektor pasar modal syariah.

Pertumbuhan kapitalisasi pasar dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar modal syariah terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Peningkatan ini juga memperlihatkan instrumen investasi syariah semakin diterima oleh investor domestik maupun global.

Jumlah Investor Syariah Melonjak Lebih dari 425 Kali Lipat
Investor Syariah Tembus 226 Ribu Orang

BEI juga mencatat lonjakan signifikan jumlah investor syariah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Anggota Bursa penyedia Sharia Online Trading System (SOTS), jumlah investor syariah meningkat dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026.

Pertumbuhan tersebut berarti jumlah investor syariah meningkat lebih dari 425 kali lipat dalam 14 tahun terakhir.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap investasi berbasis prinsip syariah yang dinilai lebih transparan dan sesuai nilai etika keuangan Islam.

Literasi Keuangan Syariah Dinilai Meningkat

Peningkatan jumlah investor juga didorong oleh perkembangan literasi keuangan digital dan akses investasi yang semakin mudah.

Platform investasi online dan edukasi pasar modal syariah membuat masyarakat, khususnya generasi muda, mulai tertarik berinvestasi di instrumen syariah.

Selain faktor teknologi, pertumbuhan kelas menengah Muslim dan meningkatnya kesadaran terhadap investasi halal turut memperkuat tren tersebut.

BEI menilai edukasi pasar modal masih menjadi faktor penting untuk memperluas partisipasi investor syariah di Indonesia.

BEI Gelar Elevate 2026 untuk Perkuat Ekosistem Syariah
Forum Internasional dan Pameran Investasi Digelar di Jakarta

Momentum pertumbuhan pasar modal syariah ditandai melalui penyelenggaraan Elevate 2026 yang berlangsung pada 20 hingga 23 Mei 2026.

Acara tersebut digelar oleh BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan forum internasional, seminar, diskusi investasi, hingga pameran pasar modal syariah yang melibatkan berbagai pelaku industri keuangan.

Acara tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat global.

Kolaborasi Dinilai Penting untuk Pengembangan Industri

Direktur BEI, Risa E. Rustam, mengatakan kolaborasi regulator, investor, dan pelaku pasar menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah.

Menurutnya, pasar modal syariah Indonesia memiliki potensi besar karena didukung jumlah penduduk Muslim yang tinggi dan perkembangan teknologi investasi digital.

Elevate 2026 juga menghadirkan Islamic Finance News Indonesia Forum dan Sharia Investment Week 2026 yang dapat diakses secara hybrid melalui platform digital maupun Main Hall BEI.

Pasar Modal Syariah Indonesia Dinilai Semakin Kompetitif

Perkembangan saham syariah di BEI menunjukkan pasar modal syariah Indonesia terus bergerak menuju skala yang lebih besar dan kompetitif. Jumlah emiten, nilai kapitalisasi pasar, dan pertumbuhan investor menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap investasi syariah.

Di tengah perkembangan industri keuangan global, pasar modal syariah dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan investasi nasional.

Ke depan, penguatan literasi investasi, digitalisasi layanan, dan kolaborasi antar lembaga diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam memperluas pasar modal syariah Indonesia di tingkat internasional.

Baca Juga “Ketidakpastian di Pasar Saham Masih Tinggi, BEI Ingatkan Ini pada Investor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *