Crypto & Web3 Indonesia - Side Hustle & Passive Income

Strategi Investasi Bitcoin GameStop Terungkap, Raih Premi

STRATEGI INVESTASI BITCOIN GAMESTOP TERUNGKAP, GUNAKAN OPSI UNTUK RAUP PREMI

Perusahaan ritel gim asal Amerika Serikat, GameStop, mengungkap strategi pengelolaan aset kripto mereka melalui dokumen resmi yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Laporan ini menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan opsi covered call untuk Bitcoin, memaksimalkan premi sambil mempertahankan eksposur terhadap harga aset digital.

baca juga”Aturan Pajak Kripto AS Picu Pro-Kontra, Bitcoin Tetap Kena

PEMINDAHAN BITCOIN DAN PENGGUNAAN PLATFORM COINBASE

Dalam Form 10-K yang diajukan pada 24 Maret 2026 untuk periode hingga 31 Januari 2026, GameStop mencatat seluruh kepemilikan Bitcoin dipindahkan ke Coinbase Prime pada 16 Januari 2026. Menurut Bitcoin.com, langkah ini sempat memicu rumor bahwa perusahaan akan melikuidasi asetnya. Namun, dokumen resmi menegaskan bahwa pemindahan bersifat operasional, bukan penjualan.

Sebanyak 4.709 Bitcoin, atau hampir seluruh kepemilikan, dijual melalui opsi covered call dengan harga kesepakatan antara USD 105.000 hingga USD 110.000 per koin dan jatuh tempo hingga 27 Maret 2026. Hanya satu Bitcoin yang tetap tercatat di neraca. Strategi ini memungkinkan GameStop menerima premi di awal, sambil tetap memiliki eksposur ekonomi terhadap Bitcoin selama harga berada di bawah level tertentu.

SEJARAH INVESTASI DAN PERUBAHAN KEBIJAKAN

GameStop mulai membeli 4.710 Bitcoin pada Mei 2025 dengan total nilai sekitar USD 500 juta, harga rata-rata per koin antara USD 106.000 hingga USD 107.900. Pada Maret 2025, dewan direksi menyesuaikan kebijakan investasi perusahaan untuk memasukkan Bitcoin dan stablecoin berbasis dolar AS sebagai cadangan kas.

Dalam kerja sama dengan Coinbase Credit, aset Bitcoin dijaminkan sehingga dianggap berpindah kendali. Berdasarkan standar akuntansi AS, GameStop menghapus 4.709 Bitcoin dari neraca dan mencatat piutang aset digital senilai USD 428 juta, yang turun menjadi USD 368,3 juta per 31 Januari 2026. Posisi ini membuat peringkat GameStop dalam daftar pemegang Bitcoin korporasi global merosot dari 21 menjadi 190. Meski begitu, perusahaan menyatakan eksposur ekonominya tetap setara kepemilikan langsung Bitcoin.

KINERJA KEUANGAN DAN STRATEGI PREMI

Sepanjang tahun fiskal 2025, GameStop mencatat kerugian total USD 131,6 juta terkait aset digital, setara 3,6 persen dari total penjualan bersih. Rinciannya meliputi:

Kerugian terealisasi USD 71,8 juta akibat penghapusan aset
Kerugian belum terealisasi USD 59,7 juta karena penurunan harga Bitcoin
Penyesuaian kecil USD 0,1 juta untuk satu Bitcoin yang tersisa

Meski begitu, strategi opsi covered call menghasilkan keuntungan belum terealisasi sebesar USD 2,3 juta, sebagian tergerus kewajiban derivatif USD 0,7 juta. Strategi ini menunjukkan pendekatan perusahaan dalam memanfaatkan volatilitas Bitcoin untuk meraup premi, sambil tetap mempertahankan eksposur terhadap pergerakan harga jangka menengah.

RISIKO DAN PROSPEK KE DEPAN

Saat laporan dirilis, harga Bitcoin berada di kisaran USD 68.000–USD 69.000, di bawah harga kesepakatan opsi. Kondisi ini membuat opsi tidak dieksekusi, sehingga GameStop berpotensi mempertahankan premi sebagai pendapatan.

Namun, perusahaan menekankan beberapa risiko, termasuk volatilitas harga Bitcoin, risiko kredit dari pihak mitra, serta ketidakpastian regulasi yang bisa memengaruhi strategi derivatif. Hingga saat ini, GameStop belum mengumumkan pembelian Bitcoin tambahan atau strategi baru setelah kontrak opsi berakhir, sehingga arah investasi kripto perusahaan masih menjadi perhatian pasar.

IMPLIKASI UNTUK INDUSTRI DAN INVESTOR

Strategi GameStop menunjukkan kombinasi manajemen risiko dan eksposur pasar melalui derivatif kripto. Opsi covered call memungkinkan perusahaan menarik premi di awal, mengurangi risiko fluktuasi ekstrem, dan tetap mempertahankan kepemilikan tidak langsung terhadap Bitcoin.

Pendekatan ini menjadi contoh bagi perusahaan lain yang ingin masuk ke pasar kripto tanpa menanggung volatilitas penuh. Investor korporasi dapat memanfaatkan instrumen derivatif untuk menjaga stabilitas portofolio sambil tetap mendapat eksposur terhadap aset digital yang fluktuatif.

Secara keseluruhan, laporan ini menegaskan tren korporasi global dalam mengintegrasikan kripto ke strategi keuangan. Dengan pemahaman risiko dan penggunaan opsi, perusahaan dapat menyeimbangkan eksposur dan peluang keuntungan, meski pasar aset digital tetap penuh ketidakpastian.

baca juga”Harga Bitcoin Turun ke USD 68.507, Konflik Timur Tengah Guncang Kripto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *