TPIA CATAT LABA USD 1,4 MILIAR PADA 2025, PERKUAT TRANSFORMASI BISNIS TERINTEGRASI
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar USD 1,4 miliar. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam transformasi perseroan menjadi platform terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
Kinerja tersebut juga ditopang oleh posisi neraca yang solid dengan likuiditas di atas USD 3 miliar. Kondisi ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas keuangan di tengah dinamika industri energi dan petrokimia global.
baca juga”Harga Kripto 24 Maret 2026: Bitcoin dan Ethereum Naik“
KINERJA KEUANGAN TUMBUH SIGNIFIKAN DAN NERACA SEMAKIN KUAT
Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan kekuatan strategi perusahaan yang berfokus pada integrasi bisnis dan disiplin eksekusi.
Ia menegaskan bahwa total aset perseroan meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan menjadi hampir USD 12,4 miliar. Kenaikan ini mencerminkan ekspansi skala operasional melalui akuisisi dan investasi strategis yang dilakukan sepanjang tahun.
Selain itu, pendapatan bersih juga melonjak menjadi sekitar USD 7 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh portofolio usaha yang semakin terdiversifikasi serta integrasi yang semakin kuat di seluruh lini bisnis.
“Kami mencatat kinerja yang kuat dengan laba bersih USD 1,4 miliar dan likuiditas yang solid. Ini mencerminkan kekuatan platform terintegrasi kami,” ujar Andre.
STRATEGI TIGA PILAR: ENERGI, KIMIA, DAN INFRASTRUKTUR
TPIA terus memperkuat tiga pilar utama bisnisnya, yaitu energi, kimia, dan infrastruktur. Ketiga pilar ini menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang dengan pendekatan yang mengedepankan keberlanjutan.
Pada sektor energi, perseroan mempercepat transformasi melalui integrasi Aster Chemicals and Energy. Entitas ini sebelumnya dikenal sebagai Shell Energy & Chemicals Park yang diakuisisi bersama Glencore.
Langkah ini bertujuan memperkuat jalur dekarbonisasi serta mendukung strategi keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.
EKSPANSI REGIONAL DAN AKUISISI STRATEGIS
Ekspansi regional menjadi fokus penting dalam pengembangan bisnis energi. Perseroan mengakuisisi jaringan ritel Esso milik ExxonMobil di Singapura yang efektif per 1 Januari 2026.
Transaksi ini didukung oleh pembiayaan khusus senilai USD 750 juta dari KKR. Langkah tersebut memperkuat posisi TPIA dalam membangun platform energi terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.
Di sektor kimia, perseroan memperluas portofolio hilir melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals. Perusahaan ini kini beroperasi sebagai Aster Polymer Solutions dengan kapasitas produksi High Density Polyethylene sebesar 400 ribu ton per tahun.
Ekspansi ini memperkuat jaringan pemasaran TPIA di Asia Tenggara, Tiongkok, hingga Australia, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
PROYEK STRATEGIS DAN PENGUATAN INDUSTRI NASIONAL
Di dalam negeri, TPIA mengembangkan proyek Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) dengan nilai investasi sekitar USD 800 juta. Proyek ini telah mencapai progres lebih dari 50 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.
Proyek tersebut didukung oleh investasi strategis dari Indonesia Investment Authority (INA) dan Danantara dengan total nilai sekitar USD 200 juta.
Investasi ini bertujuan memperkuat rantai nilai industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia.
PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN LOGISTIK
Pada pilar infrastruktur, TPIA melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk terus memperluas kapasitas di sektor kelistrikan, air, kepelabuhanan, serta logistik.
Di sektor logistik, perseroan kini mengoperasikan 14 kapal gas dan kimia serta lebih dari 200 truk. Penambahan armada ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan permintaan industri dan memperkuat distribusi energi serta bahan kimia.
Langkah ini juga mendukung efisiensi rantai pasok dan memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain terintegrasi di sektor industri strategis.
INVESTASI SDM DAN KOMITMEN KEBERLANJUTAN
Selain ekspansi bisnis, TPIA juga berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Perseroan meluncurkan Graduate Development Program untuk menjaring talenta terbaik Indonesia, dengan rekrutmen perdana dijadwalkan pada semester pertama 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan pemimpin masa depan yang mampu mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Di sisi lain, komitmen terhadap keberlanjutan terus diperkuat melalui berbagai inisiatif ekonomi sirkular dan efisiensi energi. Upaya ini berkontribusi pada penurunan emisi serta peningkatan keandalan operasional perusahaan.
Perseroan juga meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk Indonesia Circular Economy Awards, Penghargaan Efisiensi Energi Nasional 2025, serta pengakuan global di bidang pembiayaan berkelanjutan dan transaksi korporasi.
PENUTUP: MOMENTUM KUAT MENUJU 2026
Memasuki 2026, TPIA menargetkan kinerja operasional yang lebih kuat dengan proyeksi laba operasi pada level rekor di kuartal pertama. Momentum ini didukung oleh kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan sejak 2024.
Dengan fondasi bisnis yang semakin terintegrasi, neraca yang kuat, serta ekspansi yang terarah, TPIA berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika pasar global.
Ke depan, keberhasilan perusahaan akan sangat ditentukan oleh konsistensi dalam eksekusi strategi, inovasi bisnis, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri energi dan kimia yang terus berkembang.



