Crypto & Web3 Indonesia

Trader Kripto Gagal Raih Rp213 Juta, Rugi Rp83 Juta

TRADER KRIPTO KEHILANGAN RP83 JUTA USAI TERJEBAK MEME COIN PALSU DI WALLET PHANTOM
MODUS APPROVAL PALSU PADA SMART-CONTRACT GAGALKAN CUAN RP213 JUTA

Dunia aset kripto kembali dihebohkan dengan kasus penipuan berbasis smart-contract berbahaya yang menimpa seorang trader. Alih-alih memperoleh keuntungan ratusan juta rupiah dari meme coin misterius, korban justru kehilangan seluruh isi dompet kriptonya dalam hitungan detik.

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh akun bernama Bala di platform X pada Senin, 11 Mei 2026. Dalam unggahannya, Bala membagikan cerita seorang pria yang mendadak menemukan token meme coin tidak dikenal di wallet Phantom miliknya.

Awalnya, token tersebut tampak seperti keberuntungan besar bagi korban. Nilai aset digital itu disebut mencapai US$8.500 atau sekitar Rp146 juta. Tidak lama kemudian, harga token tersebut bahkan meningkat hingga US$12.400 atau setara Rp213 juta.

Baca Juga “Whale Mulai Rotasi Dana, Ada 2 Altcoin yang Jadi Incaran Minggu Ini

Lonjakan nilai itu membuat korban tergoda untuk segera menjual token tersebut. Tanpa menaruh curiga, ia langsung menekan tombol “sell” dan menyetujui transaksi yang muncul di wallet miliknya.

Namun, keputusan tersebut justru menjadi awal petaka. Setelah transaksi disetujui, seluruh aset asli yang tersimpan di wallet korban langsung terkuras habis.

“Begitu dia menekan tombol jual dan menyetujui transaksi, seluruh isi wallet langsung terkuras. Ternyata token tersebut memiliki approval palsu di dalam smart-contract,” tulis Bala.

Saat kejadian berlangsung, korban diketahui menyimpan sekitar US$4.300 dalam bentuk USDT dan US$550 dalam bentuk SOL. Jika dikonversikan ke rupiah, total aset yang hilang diperkirakan mencapai Rp83 juta.

Dalam waktu singkat, seluruh dana tersebut berpindah ke wallet milik pelaku peretasan. Kasus ini kembali memperlihatkan tingginya risiko keamanan dalam transaksi aset digital, terutama terkait izin akses atau approval pada smart-contract.

Modus penipuan seperti ini memanfaatkan rasa penasaran pengguna terhadap token gratis atau aset kripto yang tiba-tiba muncul di wallet. Hacker biasanya menyisipkan kode berbahaya pada smart-contract untuk memperoleh akses penuh terhadap aset korban.

Ketika pengguna menekan tombol approve atau menyetujui transaksi tanpa memahami isi kontrak digital tersebut, pelaku dapat langsung memindahkan seluruh saldo yang tersimpan di wallet.

Praktik pencurian melalui approval palsu kini semakin sulit dikenali. Bahkan pengguna yang sudah terbiasa menggunakan wallet kripto tetap berisiko menjadi korban apabila kurang teliti memeriksa izin transaksi.

Fenomena serupa ternyata tidak hanya dialami satu orang. Pengguna lain di platform X dengan nama akun Rowen juga mengaku pernah kehilangan lebih dari US$2.000 akibat jebakan smart-contract berbahaya.

Menurut pengakuannya, dana tersebut merupakan tabungan utama yang ia miliki. Hingga kini, ia masih berusaha memulihkan kondisi keuangan setelah mengalami kerugian akibat penipuan aset digital.

“Uang itu seluruh tabungan saya. Sampai sekarang saya masih berjuang untuk bangkit lagi,” tulis Rowen.

Kasus-kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa investasi kripto memiliki risiko tinggi, bukan hanya karena volatilitas harga, tetapi juga ancaman keamanan digital. Pengguna dituntut memahami cara kerja smart-contract, izin akses wallet, dan potensi celah keamanan lainnya.

Dalam ekosistem blockchain, approval merupakan persetujuan yang diberikan pengguna kepada aplikasi atau smart-contract untuk mengakses aset tertentu di wallet. Jika izin diberikan tanpa pengecekan detail, pelaku dapat menyalahgunakan akses tersebut untuk mencuri dana korban.

Pakar keamanan siber menyarankan pengguna kripto lebih berhati-hati terhadap token tidak dikenal yang muncul tiba-tiba di wallet. Pengguna juga disarankan memeriksa detail transaksi sebelum menyetujui approval serta menggunakan fitur revoke approval secara berkala.

Selain itu, trader dan investor pemula dianjurkan memanfaatkan wallet khusus untuk transaksi berisiko tinggi. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi potensi kerugian apabila terjadi pencurian aset digital.

Pertumbuhan industri aset kripto memang membuka peluang keuntungan besar bagi investor. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti meningkatnya modus penipuan berbasis teknologi blockchain yang semakin kompleks.

Karena itu, edukasi keamanan digital menjadi hal penting bagi setiap pengguna aset kripto. Memahami mekanisme transaksi dan mengenali tanda-tanda smart-contract berbahaya dapat membantu menghindari kerugian besar seperti yang dialami korban dalam kasus ini.

Ke depan, kesadaran pengguna terhadap keamanan wallet dan transaksi blockchain diperkirakan akan menjadi faktor utama dalam menjaga aset digital tetap aman. Dunia kripto tidak hanya menuntut kemampuan membaca peluang pasar, tetapi juga pemahaman mendalam tentang risiko keamanan siber.

Baca Juga “Polisi Periksa Timothy Ronald dan Kalimasada Terkait Dugaan Penipuan Investasi Kripto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *