Crypto & Web3 Indonesia

Volume Kripto Anjlok ke Titik Terendah dalam 2 Tahun

Volume Perdagangan Kripto Turun ke Level Terendah 2 Tahun, Investor Masih Waspada

Aktivitas perdagangan aset kripto mengalami perlambatan tajam dan mencapai titik terendah dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian ekonomi global, risiko geopolitik, serta tekanan pasar yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Firma analitik on-chain Santiment melaporkan bahwa volume perdagangan sejumlah aset kripto utama, tidak termasuk stablecoin, terus menyusut hingga mencapai level terendah dalam dua tahun. Kondisi tersebut menunjukkan banyak pelaku pasar memilih menahan diri dan belum kembali melakukan transaksi dalam jumlah besar.

baca juga”Investor Pantau The Fed untuk Arah Harga Bitcoin

Kelelahan Pasar Kripto Menekan Aktivitas Perdagangan Investor

Menurut analisis Santiment, rendahnya volume perdagangan menjadi indikasi terjadinya fase market exhaustion atau kelelahan pasar. Fase ini terjadi ketika investor kehilangan keyakinan untuk membuka posisi baru, baik untuk membeli maupun menjual aset kripto.

Situasi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari volatilitas harga, ketidakpastian kondisi ekonomi dunia, hingga ketegangan geopolitik yang membuat investor ritel maupun institusi lebih memilih menunggu kejelasan arah pasar.

Data CoinGecko juga menunjukkan tren pelemahan aktivitas perdagangan kripto. Rata-rata volume perdagangan harian selama kuartal II 2025 tercatat turun sekitar 26,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi sekitar US$ 107,8 miliar. Penurunan tersebut menjadi pelemahan volume transaksi selama dua kuartal berturut-turut.

Bitcoin Bertahan Menguat Meski Sentimen Pasar Masih Lemah

Di tengah menurunnya aktivitas perdagangan, Bitcoin masih menunjukkan kinerja positif. Saat laporan diterbitkan, harga Bitcoin berada di sekitar US$ 63.334 atau menguat sekitar 3,05 persen dalam 24 jam terakhir.

Volume transaksi harian Bitcoin tercatat mencapai sekitar US$ 29,9 miliar. Sementara itu, kapitalisasi pasar kripto global berada di kisaran US$ 2,26 triliun dengan total volume perdagangan harian mencapai sekitar US$ 79,3 miliar.

Namun, sentimen pasar masih berada dalam fase ketakutan tinggi. Indeks Fear and Greed tercatat di angka 12 yang masuk kategori Extreme Fear, menandakan investor masih berhati-hati terhadap risiko pergerakan harga dalam jangka pendek.

Volume Rendah Bisa Jadi Awal Pemulihan Pasar Kripto

Rendahnya volume perdagangan berdampak langsung terhadap likuiditas pasar. Ketika jumlah transaksi menurun, selisih harga beli dan jual dapat melebar sehingga transaksi besar berpotensi memicu pergerakan harga yang lebih tajam.

Selain itu, indikator teknikal menjadi lebih sulit dibaca karena perubahan harga tidak didukung oleh volume perdagangan yang kuat. Kondisi tersebut membuat trader perlu lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi.

Meski demikian, Santiment menilai penurunan volume tidak selalu menjadi sinyal negatif. Dalam sejumlah siklus pasar sebelumnya, fase aktivitas perdagangan yang sangat rendah sering muncul ketika tekanan jual mulai melemah dan dapat menjadi awal terbentuknya reli pemulihan.

Saat ini dominasi Bitcoin berada di kisaran 56,3 persen, menunjukkan aliran modal masih terfokus pada aset kripto terbesar tersebut dan belum berpindah secara signifikan ke altcoin. Ke depan, arah pasar kripto akan sangat dipengaruhi oleh kembalinya minat investor, perbaikan sentimen ekonomi global, serta peningkatan likuiditas perdagangan.

baca juga”Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Cuan Baru Coinbase

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *